Rabu, 03 April 2019

Jungwok Beach Gunungkidul, 3 April 2019

Jungwok Beach

Libur telah tiba…
April ada tanggal merah di tanggal 3. Gak mau sia – sia kan.. Liburan yuk..
Nyari vitaminsea.. ke kabupaten sebelah

GUNUNG KIDUL……….
Alias Jogja lantai atas.
Berangkat dari Jogja pukul 07 pagi.
Tujuan kita mau ke Jungwok dan Wediombo.

Tiket masuk : Rp 10.000/orang (Jungwok, Wediombo, Watu Lumbung)


 Pertama ke Jungwok. Aku sudah pernah ke Jungwok (tahun 2014). Pantainya bersih, dan bibir pantainya lumayan lebar.
Namun sayang akses nya masih kurang. Belum di aspal. Masih tanah merah. Dan di beberapa jalan tergenang air jadi licin dan becek.
Namun inilah my trip my adventure. Mobil putih berubah menjadi merah. Jalan sama teman – teman jadi asyik kan.

JUNGWOK
Disini ambil foto saja ya. Karena niatnya mereka mau basahan di laguna wediombo. Padahal aku prefer ke Jungwok.
Setelah sedikit puas di Jungwok. Kami menuju ke Wediombo. Super panas dan super rame. Aku rasanya udah lemes aja. Sampai sampai kami tiduran di bawah pohonkayak orang gila. Padahal laguna nya itu masih jauh banget. Kami sering berhenti dan saling menyemangati.
Dan sampailah di laguna itu.
WHATTTTTTTTTTTT



Kering…. Kami shock berat, karena tidak sesuai ekspektasi.
BALIK KANDANG, PUTAR ARAH
Padahal jauh banget gaes……. Dan itu pas bedug panas banget. Ya udah dzuhuran dulu biar adem.
Bingung kan mau lanjut ke pantai mana.

JUNGWOK LAGIIIIIIIIIIIIIIII….
HAHAHAHAHAH
Kita balik lagi ke Jungwok. Semua seperti dejavu. Untung tiket masuknya jadi satu kan.




Overall puas banget di Jungwok. Lebih sepi dan bebas main air.
Thank you for my best friends .... Piknik kita bukanlah wacana dan terlaksana

Jumat, 08 Februari 2019

Bimtek Wisata Kuliner dan Belanja


Bimbingan Teknis Pengembangan Wisata Kuliner, 7-8 Feb 2019

Entah gimana nyasar ke kuliner. Lebih tepatnya wisata kuliner.
Jogja masuk dalam prioritas Kementerian Parwisata untuk bidang wisata kuliner di samping Ubud dan Bandung.
Bangga dong untuk Jogja.

DAY1
Jadi di sini kami belajar membuat paket yang isinya makan dan makan. Makanan khas Jogja dengan sejarah dan cara memasaknya yang unik.
Itu daya tarik yang kita jual.



Di sisi lain kita juga bisa mengikutsertkan wisata belanja. Karena Jogja juga banyak tempat berbelanja batik, perak, bakpia, gerabah, kerajinan, kulit, dll.

DAY2
Praktek Lapangan
Kami berkunjung ke Kopi Luwak – Kerajinan Perak Kotagede
Oh iya selama diskusi, kami berada di meeting room Grand Aston Hotel. Kami berangkat menggunakan micro bus untuk praktek lapangan.

Kopi Luwak Mataram
Lokasi : Jl. Pelemwulung No.15 Banguntapan Bantul




Di sini free. Bisa lihat luwak/musang, biji kopi, dan minum kopi, serta berbelanja kopi luwak.

Perak Kotagede
Biaya : Free





Bisa melihat proses pembuatan kerajinan dari perak (gantungan kunci, anting, cinci, miniature, dll)


Overall acara ini sangat bermanfaat untuk berdiskusi dan mengembangkan pariwisata Jogja. Terimakasih Kemenpar



Minggu, 09 Desember 2018

Puri Mataram


Puri Mataram

Kali ini aku bakal kasih sedkit info salah satu BUMDES yang termasuk baru di Kabupaten Sleman.




Drono, Tridadi, Sleman Sub-District, Sleman Regency, Special Region of Yogyakarta 55511

Apa sih BUMDES?
BUMDES  itu Badan Usaha Milik Desa.
Jadi ini baru di resmikan oleh Bapak Wakil Presiden Jusuf Kalla pada pertengahan bulan November 2018.





Area ini ada fasilitas : parkir luas, kolam ikan, kolam bermain anak. Pasar Ndelik, tempat makan, taman bunga, dll.
Yang paling unik menurutku itu Pasar Ndelik.


Di mana kita membeli jajanan di pasar ini menggunakan uang kayu.
Semacam ini

Nah di sini pas hari Minggu jadi sangat ramai oleh wisata keluarga. Tempat makannya juga sudah full. Baru tersedia setelah pukul 2 siang.
Walaupun panas. Kita tetep ambil spot foto bunga.
Harga: 10.000/orang
Ada foto jembatan. Dan hamparan bunga kertas, matahari, dll.


Selasa, 20 November 2018


Ayukkkk.. Refreshing lagi…
Kini aku ajak ke daerah Panggang, Gunungkidul.
Kita kulineran dan spot photo di daerah ini.
Yaitu ke Kopi Panggang dan Watu Payung.
Kalau daerah kota jogja sekitar 1 jam ke arah selatan Jogja.
Menuju arah Imogiri Timur. Terus ke siluk, dan ke arah Panggang


Kopi Panggang
Lokasi :
 Jl. Siluk Panggang, Sumber, Girisuko, Panggang, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55872
Nanti dari depannya sudah sangat terlihat mobil sport di gantung di atas.
Letak nya lebih tinggi dari jalan aspal.
Kalau aku bilang sih ini semacam Kopi Klotok.. hehe



Menu makannya juga mirip semacam nasi thiwul, nasi merah, sayur Lombok ijo, sayur lodeh, ayam kampung, tahu tempe bacem, pisang goreng.
Harga nya standard

WATU PAYUNG

Hari semakin sore. Langsung menuju ke Watu Payung. Letaknya 10 menit dari Kopi Panggang.
Masuk ke perkampungan. Tapi jalan sudah bagus dan beraspal lebar.
Pemandangan juga indah.


Tiket masuk : Rp 5000 untuk 1 motor isi 2 orang
Di sini ada beberapa spot foto. Jika berfoto cukup memberikan donasi.
View nya cantik. 




Perbukitan dengan pandangan alam yang lebar dan sudah sore hari. Jadi sepi pengunjung. Jadi malah private place.




Rabu, 14 November 2018

Perjuangan VISA Australia


Hai wajah kurang piknik..
Apa kabar???
Masih sehat??
Kini aku bakalan cerita piknik alias kerja dadakan ke Jakarta

YEAHHHHH……
“AL kamu malam ini ke Jakarta ya bikin VISA”

13-14 November 2018
November itu super super sibuk. Karena kerjaan banyak, banyak group wisata ke Jogja. Dan pada tanggal 13 November itu aku mendapat tugas mencari perusahaan pengiriman dokumen terkilat dari jogja ke Jakarta.
Why?? Karena aku mendapat tugas dari perusahaan di tempat aku bekerja untuk mengirim dokumen persyaratan membuat paspor ke Australia dengan sangat sangat segera.
Why?? Karena hari itu tanggal 13 November, dan terbang ke Australianya 20 November.

AMAZING KAN??
Ini bukan Asia Tenggara, yang free visa. Ini ke Australia. Dimana wajib punya visa. Dan buat visa Australia itu tidaklah mudah bagi warga negara Indonesia.
Saat itu aku telpon ke beberapa perusahaan sudah sore hari sekitar pukul 1600. Dan kebanyakan dari mereka tidak bisa tiba besok pagi itu dokumen itu. Tiba di hari berikutnya.
Dan padahal hari efektif kerja kedutaan tinggal 3 hari (kamis, jumat senin).
Solusi aman dan cepat adalah saya berangkat ke Jakarta malam ini beserta dokumen syarat visa.

Selama 1 jam saya proses pembelian tiket kereta dan pesawat. Untuk berangkat JOGJKT pilih kereta malam karena di jamin tidak delay. By Bima Train jam 22.00-0600
Untuk pulang nya by Sriwijaya sore hari pukul 1700

13 November 2018
Pukul 1700
Jogja di guyur oleh hujan. Bagimana ini? Aku harus pulang kerumah sekarang untuk sekedar packing singkat untuk tugas ke Jakarta.
Pukul 20.00
Saya sudah sampai di Tugu Train Station, sengaja datang lebih awal sebelum terjebak dengan derasnya hujan
Rasanya dingin ngantuk campur campur.
Dan kereta executive itu tiba.
Menuju Gerbong 1. Paling depan.


Kereta executive dapat bantal dan selimut tebal. Tempat duduk bisa di tegak dan baringkan. Serta jarak tempat duduk antara depan dan belakang jauh. Sampai sampai kaki saya kagak sampai untuk menggapai lantai. Tapi kalau sama sampingnya ya cuma bersebelahan doang.
Selama di perjalanan AC lumayan dingin. Jadi selimut pastilah aku pakai. Dan selama sampai Jakarta aku tidur sama 2 orang laki berbeda. MasyaAllah….
Aneh aja gitu tidur – tidur selimutan. Sebelahnya laki – laki lain.. haha (ngomong opo)
Eh laki – laki itu turun. Naiklah laki – laki lain di sebelah ku. Wkwkwkwk



Mentari telah bersinar. Dan kereta sudah akan sampai bantal dan selimut di ambil oleh para petugas.. Uhhhh tak rela….
Karena semalem keretanya kebanyakan berhenti. Delay 1 jam. Jadi baru tiba di Jakarta pukul 0700.


Hai hai Gambir….
Tujuan pertama adalah toilet. Sayang sekali toiletnya sangat kecil. Untuk bergerak saja sulit. Ada 4 toilet berukuran sangat kecil. Untung ada wastafel bisa untuk gosok gigi dan cuci muka(Pencitraan untuk mandi tapi gagal).
Terus aku Tanya sama Mba mba penjaga toilet. “Dimana kalau naik gojek?”.” Itu pintu keluar mobil”.
Setelah dapat informasi. Langkah kedua adalah SARAPAN. Breakfast itu penting. Tapi jalan sendirian dan breakfast sendirian itu gak enak.  Macam orang ilang. Ya udah lah yah mau gimana.
Setelah wangi(karena parfurm) aku menuju Gedung Sapta Pesona. Letaknya tidaklah jauh dari stasiun Gambir. Tapi tetap naik gojek.


Gedung Sapta Pesona


Gedungnya besar tinggi dan lebar. Ada Pak Satpam. Kesempatan bertanya.
“Pak, saya mau bertemu dengan Ibu ------- bagaimana ya pak?”
“Nanti ke lobby saja nanti ada yang bantu”

Pertama masuk dari depan ternyata ada jalan khusus pejalan kaki. Ikuti jalur itu aja. Nanti sampailah di lobby.
Lobby nya besar sekali. Ada Front Desknya. Di situlah kita isi buku tamu dengan detail:
Nama
Bertemu siapa
Tujuan
TTD
Dan kita wajib meninggalkan KTP asli.
Setelah itu kita akan badge visitor




Lalu naik lift ke lantai 4. Di sana ada Pak Satpam lagi. Isi data lagi. Lalu baru bisa bertemu dengan seseorang yang akan membantu membuatkan visa ke Australia.
TUGAS DONE
JUST IT GUYS..
SIMPLE kan….


Terus gue bingung mau ngapain. Aku berteduh bawah pohon untuk mencari sinyal untuk order gojek. Tapi NO SINYAL. Kan syedih gue… udah aku matikan hp, eh tetap tidak ada sinyal. Terus aku kayak orang hilang jalan aja ke arah Monas. Terus aku pikir – pikir masak di ibukota tak ada sinyal. Terus aku nyalakan saja paket 4G. Eh ada sinyal. MasyaAllah

Tapi aku lihat di sebelah kiri ada museum.
MUSEUM NASIONAL




Di depan museum itu banyak anak – anak sekolah. Aku beli tiket. Murah sekali
Tiket museum nasional(update 2018) : Rp 5.000/org untuk umum
Museum nya bagus, bersih dan rapi. Terdapat 4 lantai. Dan ada lift serta elevator. Baguskan. Di Jogja tak ada museum macam itu… hehe
Di dalamnya banyak sekali murid. Kita wajib menitipkan tas ransel kita. Baru boleh berkeliling. Kita boleh ambil foto & video di semua lantai, KECUALI LANTAI 4 (PALING ATAS) isinya emas, guci.




Lumayan lah keliling disini menambah pengetahuan dan pengalaman. Setelah 1 jam berkeliling. Aku order gojek ke Monas.

Terakhir ke Monas tahun 2017. Saat itu transit aja sebentar ke Monas sebelum ke Bangkok.
Pokoknya kalau ke Monas itu harus siap gempor. Karena areanya sangat luas.

MONAS
Pukul 10.00
Entah kenapa sangat terik. Bodohnya lupa bawa topi. Berteduh sebentar di bawah pohon. Rasanya enak sekali. Minum beberapa teguk air mineral. Setelah isi tenaga siap menembus panas.


Dan bodohnya lagi aku gak tau jalan masuk ke Puncak Monas. Aku muterin itu Monas yang segede gambreng. Aku Tanya mba mba dia juga kagak tau. Ternyata mereka rombongan dari Batam. Mereka ada 200 an orang tapi jalan terpisah – pisah. Nah aku ke Monas barengan sama Mbak nya itu.
Dia Tanya aku kuliah?
Lagi penelitian?
Sering deh ditanya seperti itu. Pas di museum juga.
Terus pas tak bilang aku ke Jakarta Cuma singkat dan sendiri dia heran.
KOK BERANI?
“Tanggungjawab”

Ternyata masuk  ke puncak monas bukan mendekati bangunan Monas itu. Ada lorong terpisah yang tak terlihat (Pantes bingung setengah mati)
Aku memang niat banget untuk naik ke Puncak Monas. Karena sebelumnya hanya berfoto dari kejauhan.
Masuk lorong rasanya super adem. Mak nyesss. Karena ber AC
Setelah itu akan ketemu loket tiket
Ternyata masuk monas harus pakai emoney dari Bank DKI.


Jadi pakai card itu ada min deposit 30.000 kalau tidak salah. Sedangkan tiket sampai puncak hanya 15.000. ya udah di beli aja. Orang udah sampai sana.
Naik lift 132 meter sekitar 11-13 detik saja. Itu kata operator lift. Jadi operator inilah yang mengatur kerja lift…hehe
Wussss..rasanya cepat

Nan kesan pertama adalah ANGINNYA KENCANG
Puncak Monas tidak begitu lebar. Mungkin sekitar 20 orangan. Ada teleskop juga. Di sini kita bisa melihat ibukota dari ketinggian.
Setelah itu balik lagi ke Gambir untuk makan siang.

BUS DAMRI
Gambir-Airport : Rp 40.000/org


Tiap 10 menit sekali berangkat.
Pukul 1400 aku sudah sampai airport. Di airport baru bisa sholat dan istirahat santai.
So far ini pengalaman berharga banget.  Mulai dari tugas dadakan, kehujanan, kedinginan, tidak mandi, dan masuk gedung super ketat, jalan jalan singkat kayak orang ilang.





Rabu, 10 Oktober 2018

Restoran Abhayagiri


10 Oktober 2018
Haii…
Kali ini kembali membolang… tapi masih urusan kerjaan.
Siang makan siang di sate pak pong jejeran.
Lalu langsung menuju Restoran Abhayagiri.
Rute dari Sate Pak Pong ke Abhayagiri cukup ruwet. Kita jajan jambu dalhari dulu. 25.000/kg.
Jajan 2 kilo. 10 menit pun habis.


Restoran Abhayagiri
Mau ke Abhayagiri sempat tersesat di jalan buntu. Ternyata jalannya dari Candi Prambanan kearah selatan. Nanti ada plakat Candi Sojiwan. Nah masuk gapura itu. Nanti ada petunjuk arah masuk ke Abhayagiri.
Nanti menuju perbukitan dan semakin menanjak.





Jadi ini adalah restoran dengan view yang cantik.
Lunch Buffet publik : Rp 200.000/orang



Minggu, 07 Oktober 2018

Gowes


07 Oktober 2018


Gowes gowes sehat kan…
Ini ikut event sepedaan, siapa tau dapat doorprize kan ya…
Gowes di daerah Berbah. Di mulai dari lava bantal, goa jepang, jambu dalhari, rumah teletabies, candi banyunibo.
Sekitar 20 km an.





Karena sepedaan sama teman teman, panas capek kita tebras.