Tampilkan postingan dengan label Jogja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jogja. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 November 2019

ICE CREAM WORLD JOGJA


Saturday, 16 November 2019

Hello weekend. Weekend kali ini kita mau ke tempat yang dingin di tenga h cuaca yang panas di bulan November ini. Tahun ini cuaca sangat extreme. Sudah 8 bulan tidak turun hujan. Dan cuaca makin hari makan panas. Di rungan ber AC pun panas.

Pergilah ke Ice Cream World Jogja.
Lokasi : Jl. Solo Km 11, No 31 Cupuwatu 1 Yogyakarta 55281
Open : 1100 - 1900
Harga : Dewasa : IDR 60.000 (photo + ice cream)
   Anak IDR 40.000 (photo + ice cream)

Karena aku berdomisili di DIY (KTP) dapat promo IDR 50.000

Berikut beberapa spot foto di sana







Ice cream nya ada beberapa rasa (mango,  chocolate, taro, thai tea, avocado, cookies, white choco, moccca, coconut, strawberry swirl, matcha, hazelnut)





Minggu, 07 Juli 2019

Studio Alam Gamplong


Studio Alam Gamplong

Minggu, 7 Juli 2019


Hai pertengah tahun 2019. Udah jarang piknik ya. Sekarang piknik tipis tipis aja. Ke Daerah  Moyudan, Sleman. Yaitu ke Studio Alam Gamplong.
Di sanalah tempat hits baru di barat kota Jogja. Tempat yang di buat untuk tempat shooting film sejaragh ( Sultan Agung, Bumi Manusia)  karya Hanung Bramantyo. Karena tempatnya instagtramable banget, banyak masyarkat, selegram berbondong – bondong ke sana untuk ambil gambar.

Tiket masuk       : donasi sukarela
Parkir                    : Rp 2000 – Rp 5000
Jam buka             : 0800 - 1700
Naik kereta        : Rp 5000/orang

Rute menuju gamplong:
Dari arah kota Jogja:  Jalan menuju arah barat – Jalan Wates – Pertigaan Klangon belok kanan – lurus sampai menyebrangi rel kereta api – belok kiri – ikuti jalan – nanti akan menemukan lapangan – sampailah di Studio Alam Gamplong
Jadi wajah gamplong di set era 1600an sampai 1900an.
Seperti keraton kerto Sultan Agung, benteng VOC, kereta zaman dulu, toko toko zaman dulu, perkampungan pinggir sungai, dll




Jadi di sini kalian bisa foto – foto sepuasnya. Tapi kalau bawa camera digital, pengunjung di kenalan biaya Rp 10.000/camera. Setelah itu kamera akan dapat name tag untuk izin foto.



Tapi untuk kamera handphone gratis kok sobat.

Minggu, 09 Desember 2018

Puri Mataram


Puri Mataram

Kali ini aku bakal kasih sedkit info salah satu BUMDES yang termasuk baru di Kabupaten Sleman.




Drono, Tridadi, Sleman Sub-District, Sleman Regency, Special Region of Yogyakarta 55511

Apa sih BUMDES?
BUMDES  itu Badan Usaha Milik Desa.
Jadi ini baru di resmikan oleh Bapak Wakil Presiden Jusuf Kalla pada pertengahan bulan November 2018.





Area ini ada fasilitas : parkir luas, kolam ikan, kolam bermain anak. Pasar Ndelik, tempat makan, taman bunga, dll.
Yang paling unik menurutku itu Pasar Ndelik.


Di mana kita membeli jajanan di pasar ini menggunakan uang kayu.
Semacam ini

Nah di sini pas hari Minggu jadi sangat ramai oleh wisata keluarga. Tempat makannya juga sudah full. Baru tersedia setelah pukul 2 siang.
Walaupun panas. Kita tetep ambil spot foto bunga.
Harga: 10.000/orang
Ada foto jembatan. Dan hamparan bunga kertas, matahari, dll.


Selasa, 20 November 2018


Ayukkkk.. Refreshing lagi…
Kini aku ajak ke daerah Panggang, Gunungkidul.
Kita kulineran dan spot photo di daerah ini.
Yaitu ke Kopi Panggang dan Watu Payung.
Kalau daerah kota jogja sekitar 1 jam ke arah selatan Jogja.
Menuju arah Imogiri Timur. Terus ke siluk, dan ke arah Panggang


Kopi Panggang
Lokasi :
 Jl. Siluk Panggang, Sumber, Girisuko, Panggang, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55872
Nanti dari depannya sudah sangat terlihat mobil sport di gantung di atas.
Letak nya lebih tinggi dari jalan aspal.
Kalau aku bilang sih ini semacam Kopi Klotok.. hehe



Menu makannya juga mirip semacam nasi thiwul, nasi merah, sayur Lombok ijo, sayur lodeh, ayam kampung, tahu tempe bacem, pisang goreng.
Harga nya standard

WATU PAYUNG

Hari semakin sore. Langsung menuju ke Watu Payung. Letaknya 10 menit dari Kopi Panggang.
Masuk ke perkampungan. Tapi jalan sudah bagus dan beraspal lebar.
Pemandangan juga indah.


Tiket masuk : Rp 5000 untuk 1 motor isi 2 orang
Di sini ada beberapa spot foto. Jika berfoto cukup memberikan donasi.
View nya cantik. 




Perbukitan dengan pandangan alam yang lebar dan sudah sore hari. Jadi sepi pengunjung. Jadi malah private place.




Rabu, 10 Oktober 2018

Restoran Abhayagiri


10 Oktober 2018
Haii…
Kali ini kembali membolang… tapi masih urusan kerjaan.
Siang makan siang di sate pak pong jejeran.
Lalu langsung menuju Restoran Abhayagiri.
Rute dari Sate Pak Pong ke Abhayagiri cukup ruwet. Kita jajan jambu dalhari dulu. 25.000/kg.
Jajan 2 kilo. 10 menit pun habis.


Restoran Abhayagiri
Mau ke Abhayagiri sempat tersesat di jalan buntu. Ternyata jalannya dari Candi Prambanan kearah selatan. Nanti ada plakat Candi Sojiwan. Nah masuk gapura itu. Nanti ada petunjuk arah masuk ke Abhayagiri.
Nanti menuju perbukitan dan semakin menanjak.





Jadi ini adalah restoran dengan view yang cantik.
Lunch Buffet publik : Rp 200.000/orang



Kamis, 27 September 2018

ASITA JOGJA TOURISM FESTIVAL 2018


Hai hai…. September . Alias September akan segera berakhir. Kali ini aku bakal cerita event memperingati Hari Pariwisata Dunia



Image result for AJTF 2018

27 September adalah Hari Pariwisata Dunia. ASITA Jogja memperingati dengan membuat sebuah acara yang di dukung oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo.

Kegiatan ini di hadiri oleh ASITA(Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies), HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia), PHRI (Persatuan Hotel dan Restaurant Indonesia), Media, dan pemenang lomba kontes foto.
27 September 2018:
07.00                     : Meeting point at Royal Ambarrukmo Hotel
07.00 - 0900        : Process to Kulon Progo regency
0900 – 0915         : Terminal Nglinggo – Kebun Teh Nglinggo
0915 – end          : AJTF 2018

Kenapa di Kulon Progo? Karena Kulon Progo memang sedang di sorot. Karena akan di bangun bandara baru. Jadi pemerintah setempat sedang mengembangkan wisata dan terus berbenah diri agar Kulon Progo dapat bersaing dengan objek wisata lain.
Mereka memang unggul di wisata alam. Alamnya sangat alami, asri, dan hijau. Warga masyarakat juga ramah.

Kekurangan mereka adalah aksesbilitas, accommodation, dan restaurant.
Karena letaknya cenderung di daerah perbukitan. Jadi akses jalan sempit, berkelok, dan menanjak.
Rombongan kami dengan 3 bus besar. Bus harus di kawal ya agar tidak papas dengan kendaraan lain.
Bus berhenti di Terminal Nglinggo.
Di terminal nglinggo kita akan naik local transport. Namanya odong – odong. Muat untuk 7 orang.


Sedikit was was naik ini sih. Karena sebelah kanan dan kiri tak ada penutupnya. Padahal kalau naik, sebelah kanan jurang.

Sampailah di Nglinggo Barat, Pagerharjo, Samigaluh.
Sudah di sambut oleh kesenian warga local.



Sudah terlihat perkebunan teh. Tahun 2015 saya sudah pernah kesini sih. Jadi yang sudah tahu medan dan lokasinya.

Oh iya ini pas event, jadi tiket masuk di gratiskan semua oleh Dinas Pariwisata.

BUKIT ISIS

Perbukitan dan pemandangan terlihat jelas. Ada beberapa spot foto seperti jeep dan motor pitung.



Kami di hidangi snack traditional Kulon Progo yaitu geblek dan teh nglinggo.



Geblek
Geblek adalah makanan tradisional yang di buat dari bahan tepung tapioca.

Teh Nglinggo
Tehnya berbeda dari teh yang lain. Teh nglinggo lebih pahit.  
Teh dan kopi sangat cocok dengan hidangan desa ini gais. Suasana kebersamaan, pemandangan indah, rasanya nikmat.

Saat nya foto – foto gais… cekrek..cekrek,,,,

Lanjut ECO WALK





Di sini kita softtrekking. Melewati perbatasan DIY dan Jateng. Jalurnya sekitar 50 cm. jadi berjalan satu – satu. Memutari bukit dan sampailah di Purworejo, Jawa Tengah.

Hutan Pinus



Sambutan di buka oleh Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo, Ketua ASITA, di lanjutkan oleh Ketua Dinas Pariwisata Provinsi Yogyakarta.
Di sini berbincang mengenai mengembangkan wisata di Kulon Progo


Oh iya. Di Kulon Progo jangan harap ada aqua ya. Karena Kulon Progo punya air mineral sendiri yaitu "airku"

KEMBULAN
Kami duduk di tanah beralas tikar. Di depan kami di sajikan ayam ingkung, nasi, dan lauk pauknya. Kita makan bersama (kembulan).



Kalau saya bilang ini ndesoni banget sih. Maksudnya kita merasakan dan mencoba masakan desa.
Bareng – bareng jadi enak gais….

Jadi ini acara ini adalah merayakan hari pariwisata dunia, mengenalkan objek wisata di Kulon Progo, dan mempererat antar anggota ASITA, dan para pelaku pariwisata.



Rabu, 08 Agustus 2018

BERSEPEDA di TOWILFIETS Kulon Progo


TOWILFIETS


08.08.18
08 Agustus 2018
Hai – Hai di tanggal cantik ini. Aku bakal cerita tentang sedikit hobi aku. Yaitu bersepeda.
Kebetulan ini ada acara FAMTRIP dari ASITA DIY.
Dan kegiatan ini free. Jadi langsung daftar deh..haha

TOWILFIETS by FAMTRIP ASITA DIY

08.08.18
07.00                   : Meeting point at Pendopo Hotel Royal Ambarrukmo
07.00 – 08.00      : Registrasi dan sarapan snack
08.00 – 0830       : Perjalanan ke Kulon Progo
0830 – 0900         : Intermezzo dan perkenalan apa itu Towilfiets
0900 – 1200        : Bersepeda berkeliling Desa ( Visit pembuatan batu bata, tempe, tas nylon, sandal, tempe, stagen, dll)

TOWILFIETS






Lokasi : Bantar Wetan, Banguncipto, Sentolo, Kulon Progo Regency, Special Region of Yogyakarta 55664


Sebenernya Towil itu nama orang. Yaitu pendiri dan pencetus bersepeda di desa ini. Namanya Mas Towil. Sedangkan Fiets dalam bahasa Belanda berarti sepeda. Unik juga ya.


Itu Mas Towil pakai kaos kuning

Sepeda yang di gunakan sepeda Jawa. Dan tinggi  - tinggi, karena standard tinggi badan bule. Karena memang mayoritas orang yang datang adalah wisatawan mancanegara seperti Belanda, Jerman, Italy.
Jadi saya yang berbadan tidak tinggi, agak kesusahan memilih sepeda.

Harga : Rp 300.000 orang (Termasuk guide, coffee break, dan activities)


Pembuatan tas nylon
Pembuatan tempe
Pembuatan stagen

Pembuatan ketupat
Kalau kami orang desa, pasti sudah biasa melihat hal – hal seperti ini. Jadi sudah sangat jelas market yang cocok masuk ke sini adalah Eropa. Mereka akan sangat senang melihat aktivitas sehari  - hari masyarakat desa seperti bertani, membuat batu bata, tempe,stagen.

Oh iya harga stagen cuma : Rp 25.000 (satu gulung)
Padahal buatannya 2 jam non stop sama nyebut (Kata Ibunya)

Sayang sekali Kulon Progo sedang dilanda kekeringan. Jadi sudah 3 bulan tanah tidak di garap. Jadi tampak gersang dan tidak hijau.
Menurut saya hal yang paling menarik adalah kita bersepeda menyebrangi rel kereta api tanpa palang pintu. Bayangin aja kita bersepeda banyak orang , kan bahaya kalau ada kereta lewat. Namun pemandu di sini telinga nya sudah sangat jeli. Kereta yang masih jauh aja bisa kedenger suaranya.

Pinggir rel kereta api

Jadi pemandu memastikan kita aman untuk melintas atau tidak.

Hal menarik lainnya adalah kita bersepeda di galengan sawah yang sempit. Lebih tepatnya pinggir selokan mataram.

Selokan mataram




Saya sarankan pakai topi, kacamata, dan masker. Karena panas dan debunya wow banget.
Itulah sekilas kegiatan di bulan Agustus dari saya..
See u di next event yaa…….