Tampilkan postingan dengan label 2018. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 2018. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 November 2018

Perjuangan VISA Australia


Hai wajah kurang piknik..
Apa kabar???
Masih sehat??
Kini aku bakalan cerita piknik alias kerja dadakan ke Jakarta

YEAHHHHH……
“AL kamu malam ini ke Jakarta ya bikin VISA”

13-14 November 2018
November itu super super sibuk. Karena kerjaan banyak, banyak group wisata ke Jogja. Dan pada tanggal 13 November itu aku mendapat tugas mencari perusahaan pengiriman dokumen terkilat dari jogja ke Jakarta.
Why?? Karena aku mendapat tugas dari perusahaan di tempat aku bekerja untuk mengirim dokumen persyaratan membuat paspor ke Australia dengan sangat sangat segera.
Why?? Karena hari itu tanggal 13 November, dan terbang ke Australianya 20 November.

AMAZING KAN??
Ini bukan Asia Tenggara, yang free visa. Ini ke Australia. Dimana wajib punya visa. Dan buat visa Australia itu tidaklah mudah bagi warga negara Indonesia.
Saat itu aku telpon ke beberapa perusahaan sudah sore hari sekitar pukul 1600. Dan kebanyakan dari mereka tidak bisa tiba besok pagi itu dokumen itu. Tiba di hari berikutnya.
Dan padahal hari efektif kerja kedutaan tinggal 3 hari (kamis, jumat senin).
Solusi aman dan cepat adalah saya berangkat ke Jakarta malam ini beserta dokumen syarat visa.

Selama 1 jam saya proses pembelian tiket kereta dan pesawat. Untuk berangkat JOGJKT pilih kereta malam karena di jamin tidak delay. By Bima Train jam 22.00-0600
Untuk pulang nya by Sriwijaya sore hari pukul 1700

13 November 2018
Pukul 1700
Jogja di guyur oleh hujan. Bagimana ini? Aku harus pulang kerumah sekarang untuk sekedar packing singkat untuk tugas ke Jakarta.
Pukul 20.00
Saya sudah sampai di Tugu Train Station, sengaja datang lebih awal sebelum terjebak dengan derasnya hujan
Rasanya dingin ngantuk campur campur.
Dan kereta executive itu tiba.
Menuju Gerbong 1. Paling depan.


Kereta executive dapat bantal dan selimut tebal. Tempat duduk bisa di tegak dan baringkan. Serta jarak tempat duduk antara depan dan belakang jauh. Sampai sampai kaki saya kagak sampai untuk menggapai lantai. Tapi kalau sama sampingnya ya cuma bersebelahan doang.
Selama di perjalanan AC lumayan dingin. Jadi selimut pastilah aku pakai. Dan selama sampai Jakarta aku tidur sama 2 orang laki berbeda. MasyaAllah….
Aneh aja gitu tidur – tidur selimutan. Sebelahnya laki – laki lain.. haha (ngomong opo)
Eh laki – laki itu turun. Naiklah laki – laki lain di sebelah ku. Wkwkwkwk



Mentari telah bersinar. Dan kereta sudah akan sampai bantal dan selimut di ambil oleh para petugas.. Uhhhh tak rela….
Karena semalem keretanya kebanyakan berhenti. Delay 1 jam. Jadi baru tiba di Jakarta pukul 0700.


Hai hai Gambir….
Tujuan pertama adalah toilet. Sayang sekali toiletnya sangat kecil. Untuk bergerak saja sulit. Ada 4 toilet berukuran sangat kecil. Untung ada wastafel bisa untuk gosok gigi dan cuci muka(Pencitraan untuk mandi tapi gagal).
Terus aku Tanya sama Mba mba penjaga toilet. “Dimana kalau naik gojek?”.” Itu pintu keluar mobil”.
Setelah dapat informasi. Langkah kedua adalah SARAPAN. Breakfast itu penting. Tapi jalan sendirian dan breakfast sendirian itu gak enak.  Macam orang ilang. Ya udah lah yah mau gimana.
Setelah wangi(karena parfurm) aku menuju Gedung Sapta Pesona. Letaknya tidaklah jauh dari stasiun Gambir. Tapi tetap naik gojek.


Gedung Sapta Pesona


Gedungnya besar tinggi dan lebar. Ada Pak Satpam. Kesempatan bertanya.
“Pak, saya mau bertemu dengan Ibu ------- bagaimana ya pak?”
“Nanti ke lobby saja nanti ada yang bantu”

Pertama masuk dari depan ternyata ada jalan khusus pejalan kaki. Ikuti jalur itu aja. Nanti sampailah di lobby.
Lobby nya besar sekali. Ada Front Desknya. Di situlah kita isi buku tamu dengan detail:
Nama
Bertemu siapa
Tujuan
TTD
Dan kita wajib meninggalkan KTP asli.
Setelah itu kita akan badge visitor




Lalu naik lift ke lantai 4. Di sana ada Pak Satpam lagi. Isi data lagi. Lalu baru bisa bertemu dengan seseorang yang akan membantu membuatkan visa ke Australia.
TUGAS DONE
JUST IT GUYS..
SIMPLE kan….


Terus gue bingung mau ngapain. Aku berteduh bawah pohon untuk mencari sinyal untuk order gojek. Tapi NO SINYAL. Kan syedih gue… udah aku matikan hp, eh tetap tidak ada sinyal. Terus aku kayak orang hilang jalan aja ke arah Monas. Terus aku pikir – pikir masak di ibukota tak ada sinyal. Terus aku nyalakan saja paket 4G. Eh ada sinyal. MasyaAllah

Tapi aku lihat di sebelah kiri ada museum.
MUSEUM NASIONAL




Di depan museum itu banyak anak – anak sekolah. Aku beli tiket. Murah sekali
Tiket museum nasional(update 2018) : Rp 5.000/org untuk umum
Museum nya bagus, bersih dan rapi. Terdapat 4 lantai. Dan ada lift serta elevator. Baguskan. Di Jogja tak ada museum macam itu… hehe
Di dalamnya banyak sekali murid. Kita wajib menitipkan tas ransel kita. Baru boleh berkeliling. Kita boleh ambil foto & video di semua lantai, KECUALI LANTAI 4 (PALING ATAS) isinya emas, guci.




Lumayan lah keliling disini menambah pengetahuan dan pengalaman. Setelah 1 jam berkeliling. Aku order gojek ke Monas.

Terakhir ke Monas tahun 2017. Saat itu transit aja sebentar ke Monas sebelum ke Bangkok.
Pokoknya kalau ke Monas itu harus siap gempor. Karena areanya sangat luas.

MONAS
Pukul 10.00
Entah kenapa sangat terik. Bodohnya lupa bawa topi. Berteduh sebentar di bawah pohon. Rasanya enak sekali. Minum beberapa teguk air mineral. Setelah isi tenaga siap menembus panas.


Dan bodohnya lagi aku gak tau jalan masuk ke Puncak Monas. Aku muterin itu Monas yang segede gambreng. Aku Tanya mba mba dia juga kagak tau. Ternyata mereka rombongan dari Batam. Mereka ada 200 an orang tapi jalan terpisah – pisah. Nah aku ke Monas barengan sama Mbak nya itu.
Dia Tanya aku kuliah?
Lagi penelitian?
Sering deh ditanya seperti itu. Pas di museum juga.
Terus pas tak bilang aku ke Jakarta Cuma singkat dan sendiri dia heran.
KOK BERANI?
“Tanggungjawab”

Ternyata masuk  ke puncak monas bukan mendekati bangunan Monas itu. Ada lorong terpisah yang tak terlihat (Pantes bingung setengah mati)
Aku memang niat banget untuk naik ke Puncak Monas. Karena sebelumnya hanya berfoto dari kejauhan.
Masuk lorong rasanya super adem. Mak nyesss. Karena ber AC
Setelah itu akan ketemu loket tiket
Ternyata masuk monas harus pakai emoney dari Bank DKI.


Jadi pakai card itu ada min deposit 30.000 kalau tidak salah. Sedangkan tiket sampai puncak hanya 15.000. ya udah di beli aja. Orang udah sampai sana.
Naik lift 132 meter sekitar 11-13 detik saja. Itu kata operator lift. Jadi operator inilah yang mengatur kerja lift…hehe
Wussss..rasanya cepat

Nan kesan pertama adalah ANGINNYA KENCANG
Puncak Monas tidak begitu lebar. Mungkin sekitar 20 orangan. Ada teleskop juga. Di sini kita bisa melihat ibukota dari ketinggian.
Setelah itu balik lagi ke Gambir untuk makan siang.

BUS DAMRI
Gambir-Airport : Rp 40.000/org


Tiap 10 menit sekali berangkat.
Pukul 1400 aku sudah sampai airport. Di airport baru bisa sholat dan istirahat santai.
So far ini pengalaman berharga banget.  Mulai dari tugas dadakan, kehujanan, kedinginan, tidak mandi, dan masuk gedung super ketat, jalan jalan singkat kayak orang ilang.





Kamis, 27 September 2018

ASITA JOGJA TOURISM FESTIVAL 2018


Hai hai…. September . Alias September akan segera berakhir. Kali ini aku bakal cerita event memperingati Hari Pariwisata Dunia



Image result for AJTF 2018

27 September adalah Hari Pariwisata Dunia. ASITA Jogja memperingati dengan membuat sebuah acara yang di dukung oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo.

Kegiatan ini di hadiri oleh ASITA(Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies), HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia), PHRI (Persatuan Hotel dan Restaurant Indonesia), Media, dan pemenang lomba kontes foto.
27 September 2018:
07.00                     : Meeting point at Royal Ambarrukmo Hotel
07.00 - 0900        : Process to Kulon Progo regency
0900 – 0915         : Terminal Nglinggo – Kebun Teh Nglinggo
0915 – end          : AJTF 2018

Kenapa di Kulon Progo? Karena Kulon Progo memang sedang di sorot. Karena akan di bangun bandara baru. Jadi pemerintah setempat sedang mengembangkan wisata dan terus berbenah diri agar Kulon Progo dapat bersaing dengan objek wisata lain.
Mereka memang unggul di wisata alam. Alamnya sangat alami, asri, dan hijau. Warga masyarakat juga ramah.

Kekurangan mereka adalah aksesbilitas, accommodation, dan restaurant.
Karena letaknya cenderung di daerah perbukitan. Jadi akses jalan sempit, berkelok, dan menanjak.
Rombongan kami dengan 3 bus besar. Bus harus di kawal ya agar tidak papas dengan kendaraan lain.
Bus berhenti di Terminal Nglinggo.
Di terminal nglinggo kita akan naik local transport. Namanya odong – odong. Muat untuk 7 orang.


Sedikit was was naik ini sih. Karena sebelah kanan dan kiri tak ada penutupnya. Padahal kalau naik, sebelah kanan jurang.

Sampailah di Nglinggo Barat, Pagerharjo, Samigaluh.
Sudah di sambut oleh kesenian warga local.



Sudah terlihat perkebunan teh. Tahun 2015 saya sudah pernah kesini sih. Jadi yang sudah tahu medan dan lokasinya.

Oh iya ini pas event, jadi tiket masuk di gratiskan semua oleh Dinas Pariwisata.

BUKIT ISIS

Perbukitan dan pemandangan terlihat jelas. Ada beberapa spot foto seperti jeep dan motor pitung.



Kami di hidangi snack traditional Kulon Progo yaitu geblek dan teh nglinggo.



Geblek
Geblek adalah makanan tradisional yang di buat dari bahan tepung tapioca.

Teh Nglinggo
Tehnya berbeda dari teh yang lain. Teh nglinggo lebih pahit.  
Teh dan kopi sangat cocok dengan hidangan desa ini gais. Suasana kebersamaan, pemandangan indah, rasanya nikmat.

Saat nya foto – foto gais… cekrek..cekrek,,,,

Lanjut ECO WALK





Di sini kita softtrekking. Melewati perbatasan DIY dan Jateng. Jalurnya sekitar 50 cm. jadi berjalan satu – satu. Memutari bukit dan sampailah di Purworejo, Jawa Tengah.

Hutan Pinus



Sambutan di buka oleh Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo, Ketua ASITA, di lanjutkan oleh Ketua Dinas Pariwisata Provinsi Yogyakarta.
Di sini berbincang mengenai mengembangkan wisata di Kulon Progo


Oh iya. Di Kulon Progo jangan harap ada aqua ya. Karena Kulon Progo punya air mineral sendiri yaitu "airku"

KEMBULAN
Kami duduk di tanah beralas tikar. Di depan kami di sajikan ayam ingkung, nasi, dan lauk pauknya. Kita makan bersama (kembulan).



Kalau saya bilang ini ndesoni banget sih. Maksudnya kita merasakan dan mencoba masakan desa.
Bareng – bareng jadi enak gais….

Jadi ini acara ini adalah merayakan hari pariwisata dunia, mengenalkan objek wisata di Kulon Progo, dan mempererat antar anggota ASITA, dan para pelaku pariwisata.



Sabtu, 28 Juli 2018

JELAJAH KAMPUNG WARUNGBOTO


Jelajah Kampung Warungboto

28 July, 2018
Kali ini kita akan salah satu kampung di sebelah selatan kota Jogja. Kampung Warungboto!
Acara ini di adakan oleh Dinas Pariwisata Kota Yogayakarta.
Di hadiri oleh ASITA, HPI, PHRI, media, radio, dan masyarakat.



Dresscode           : Kaos putih
Biaya                     : Free
Starting point    : Gembiraloka zoo
Date                      : Sabtu, 28 Juli 2018
Pukul                     : 0700
Rute                      : Gembira loka zoo – Kaos Mblinger – Industri rumahan kulit –Pengrajin kulit – Situs Warungboto – Gembira loka zoo

Namanya juga jelajah.. jadi jalan kaki…
Gembira  Loka Zoo
Kebun Binatang Gembira Loka adalah kebun binatang yang berada di Yogyakarta. Berisi berbagai macam spesies dari belahan dunia, seperti orangutan, gajah asia, simpanse, harimau, dan lain sebagainya. 

Alamat: Jl. Kebun Raya No.2, Rejowinangun, Kotagede, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55171


Di sini kita di ceritakan sejarah Kali Gajah Wong


Tiba-tiba banjir bandang datang dari arah hulu. Ki Kerti berteriak-teriak minta tolong sambil melambai-lambaikan tangannya. la hanyut dan tenggelam bersama Kyai Dwipangga ke Laut Selatan dan meninggal dunia.
Untuk mengingat kejadian tersebut, Sultan Agung menamakan sungai itu kali Gajah Wong, karena menghanyutkan gajah dan orang (wong). Kali ini terletak di sebelah timur Yogyakarta.
Pesan moral dari Cerita Rakyat Jogja : Asal Usul Kali Gajah Wong adalah jangan mengabaikan atau meremehkan kata-kata orang lain.

Setelah itu kita ada di Zona Feeding Animal





Kita bisa memberi makan kelinci, kijang, kambing, kuda poni, kedelai.
Ada wortel dan kangkung. Nanti di kandang ada tulisan binatang tersebut makan wortel atau kangkung.

KAOS MBLINGER
Alamat : Jl. Kebun Raya No.43, Rejowinangun, Kotagede, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55171







Di sini bisa beli oleh – oleh khas Jogja khususnya kaos. Namun ada produk lain juga seperti batik, blangkon, miniature tugu, becak, andong, dll
Harga mulai : 100K dapat 3 pcs
Rata – rata harga              : Rp 80.000/pcs

KERAJINAN KULIT






Tak jauh dari kaos mblinger. Ini jalan lebih ke kampung. Ada showroom kecil menjual kerajinan kulit seperti sepatu, tas, dompet, sabuk.


PENGRAJIN TEMPE
Sudah lebih memasuki perkampungan padat. Ada pengrajin tempe di kampung warungboto. Sayang kedelainya impor. Rasa tempe nya enak. Satu cetakan plastic hanya Rp 3.000

Istirahat siang
Kami di jamu oleh warga dengan makanan khas kampung yaitu  pecel. Kita juga di sambut oleh bregodo lokal





Situs Warung Boto

Pada masa kejayaan Kraton Jogja, banyak di bangun pesanggrahan - pesanggrahan yang fungsinya menjadi tempat istirahat raja dan ratu. pesanggrahan di lengkap pemandian. 
situs ini di bangun tahun 1877 sewaktu Sultan HB II. 

Kita di suguhi tarian


Tarian sebelum puasa yaitu Padusan

Pas pertunjukan pas matahari di tengah kepala…
Selepas itu masih jalan ke Gembira Loka.. di Gembira Loka naik kereta.
Kita riang gembira….
Terimakasih Dinas Pariwisata Yogyakarta
Kesimpulan dari saya: Nilai jualnya masih kurang jadi kampung wisata masih harus di kembangkan untuk memiliki rasa jual untuk wisatawan asing.
Sekian dan terimakasih

Senin, 19 Maret 2018

KUALA LUMPUR FOR WORKING, 5DAYS/4NIGHT


KUALA LUMPUR, 5D4N
Hai…hai 2018….
Udah jalan aja 3  bulan ..
Tahun 2018 berjalan dengan cepat.. dan waktu untuk piknik pun hampir tak ada..
Kali ini aku bakar share cerita aku bukan tentang liburan, tapi aku bakal share tentang sales trip alias Tourism  Fair di Kualalumpur, Malaysia.
Namanya MATTA FAIR

Matta adalah The Malaysian Association of Tour and Travel Agents
Fair adalah Pameran
Jadi MATTA Fair adalah acara pameran wisata yang di adakan oleh perkumpulan travel agent di Malaysia.
Lokasi : PWTC (Putra World Trade Center)




Alamat :41, Jalan Tun Ismail, Chow Kit, 50480 Kuala Lumpur, Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur, Malaysia
Tinggi: 175 m
Lantai : 40
Open: 2 September 1985

Date : 16-17 March, 2018
Time    : 10.00 – 21.00

Jadi Kementrian Pariwisata Republic Indonesia membuka booth di sana. Tepatnya di Hall 3
Karena setahu saya PWTC ini terdiri dari 4 hall. Hall nya sangat lah besar dan luas. Tempatnya juga full AC. Semua lantai berkarpet merah.
Kalau di bandingin sama JEC (Jogja Expo Center) sangatlah berbeda jauh.

Jadi di MATTA FAIR ini
Travel agent membuka booth mereka untuk berjualan produk mereka
Negara – Negara mempromosikan highlight negara mereka
Seperti negara : Indonesia, Thailand, Korea Selatan, Jepang, Australia, China, dll

Mereka menghias booth mereka dengan sangat cantik. Local local agent tersebut menjual paket paket tour ke luar negeri dengan penawaran menarik. Dan jika mampu deal pada saat itu, mereka akan memberikan hadiah travel bag, koper, free upgrade room, dll

Jadi di sinilah tempatnya orang – orang Malaysia berburu paket wisata promo.
Karena budaya mereka memang seperti itu, mereka sudah mengagendakan liburan bersama tiap tahun. Dan pastilah event ini akan selalu di penuhi oleh calon wisatawan.
Tentunya jika event seperti ini di adakan di Indonesia, sepertinya tidak akan berjalan. Karena di negara kita tidak ada budaya berwisata tiap tahun bahkan budaya berpergian ke luar negeri.

Budaya kita tiap tahun adalah mudik ke rumah orang tua dan sanak saudara. BETUL BUKAN?
Itu saja bermodal tiket war dan memakai kendaraan sendiri. Tidak ada yang menjual Paket Mudik kan?? Semisal include makan opor, bercengkrama bersama keluarga. TENTU TIDAK ADA.
Karena kebersamaan bersama keluarga tidak dapat di hitung dengan waktu dan biaya..EAAA..
Itulah sedikit tentang MATTA FAIR DI KUALA LUMPUR..
Berikut perjalanan aku menuju WONDERFUL INDONESIA
Mempromosikan Wisata Indonesia kepada dunia

MARCH 15-19, 2018
DAY1 / MARCH 15 : Jogjakarta – Kuala Lumpur By Air Asia
Lagi – lagi air asia. Air Asia ialah maskapai yang pertama aku terbang saat tahun 2016.




Aku tidak lah terbang sendiri. Ada 6 hotel dan 6 travel agent dari Jogja. Kami berangkat bersama.
Bayangkan ramenya aja gais…
Yuk ikutin perjuangan kita. Membawa Jogja Istimewa ke Wonderful Indonesia ke kancah dunia.

Adisucipto Airport
Seperti biasa bandara kecil ini sangatlah padat. Di penuhi oleh orang – orang yang akan melakukan perjalanan jauh.




Aku orang yang tiba pertama. Ku tengok – tengok yang lain tak terlihat.
Dan akhirnya mereka muncul satu per satu. Ku bagikan boarding pass dan bersiap terbang…
In Flight
Kita beli flight ticket sudah termasuk makan dan bagasi. Dan dapat makan chicken basil seperti ini.

Perjalanan sekitar 2 jam. Berangkat bersama 2 group Jemaah umrah. Harusnya saya duduk di window seat, tapi tempat duduk saya di pakai oleh ibu Jemaah umroh itu.
Alhasil saya duduk di tengah. Sebelah kanan ibu  - ibu umroh,sebelah kiri mbak – mbak bule.
Nikmati aja….

KLIA2 (Kualalumpur Internaional Airport2)
Mendarat lagi di sini. Terakhir ke sini bulan Agustus 2017, saat itu hanya transit saja untuk menuju Bangkok.
Tujuan pertama adalah beli local simcard
Kami membeli digi. Seharga RM 20 dapat kouta 2 GB berlaku untuk 1 minggu.
Setelah itu makannnnnnnnnnnnnnnn

YONG TAU FO





Ini makanan yang selalu aku makan di airport kalau lagi di KLIA2. Karena sangat menarik bisa pilih kuah soup atau tom yum
Selepas itu kita muter – muter KLIA2 sambil nunggu temen yang dari Bali. Window shopping di Vincci, Hush Puppies, dan muter – muter gak jelas.
Sampai pukul 17.00 kita baru di jemput dengan bus dan menuju hotel



Asli jalanan KL macet parah di tambah jam pulang kerja. Dan kebetulan aroma dalam bus tidak sedap, jadi sepanjang perjalanan saya menutup hidung saya.
Dan menutup mata saya, lelah dengan kemacetan ini. Bagaimana bisa mereka bertahan dengan kehidupan yang macet ini?

LEO PALACE HOTEL
Butuh waktu 3 jam untuk sampai di hotel ini. Letaknya sangat dekat dengan PWTC, cukup berjalan kaki.
Di sini sudah termasuk hotel bintang 3. Namun kalau di Jogja, kita kategorikan hotel bintang 2.
Lobby dan lift nya cukup kecil. Kalau kamarnya standard sih. Antara kamar dan toilet terpisah kaca transparan(hihi geliii)

Setelah hanya taruh koper di kamar, kita langsung cek ke venue untuk ambil kaos yang di berikan oleh kementrian.
Gilak broooo…ternyata memang venue nya lus panjang lebar. Jalan di dalam venue nya aja bakal lempohhh…
Dan wow booth Indonesia… bertema kapal pesiar..sekitar 30 industri pariwisata berjualan di booth Indonesia.




Dinner
Kita dinner di warung semacam lesehan. Namun bukan lesehan juga, karena semua pakai kursi. Tapi tempat makan ini hanya buka saat malam.


Aku memesan ca baby kalian ikan masin. Rasanya sangat enak dan segar.

Selepas itu kita berkeliling berburu durian.
Kita di ajak ke pusat makan durian. Nama tempatnya apa ya?? Sedikit lupa…haha
Yang saya ingat durian nya mantap sekali rasanya.
Jenis duriannya namanya MOUSANG KING dan UDANG MERAH







Di sini durian di jual kiloan, bukan per 1 buah durian.
1kg : RM 30 (Rp 90.000)
Sangatlah mahal bukan !! kalau di Jogja udah dapat 3 bulatan utuh durian.
Tapi mengenai rasa mousang king dan udang merah ini JUARA!
Mousang king mempunyai biji durian yang pipih, buahnya tebal. Rasa duriannya manis da nada rasa pahitnya.
Kalau Udang merah memiliki biji yang lebih besar namun rasanya lebih tajam.
Kita ingin makan banyak – banyak, namun uang bisa terkurang di hari pertama dong..hiks..hikss
Say good bye for durian…
Time to take a rest…

DAY 2/ MARCH 16, 2018/ MATTA FAIR 1st day
Sebelum berjuang. Jangan lupa sarapan. Oh iya yang unik di sini. Buahnya ada apelnya..hehe
Kan kalau di Jogja buahnya hanya melon, semangka, dan papaya.
Menuju venue… sudah banysk orang menenteng tas hijau. Yap memang!
Setiap pengunjung MATTA Fair akan di kenakan biaya masuk RM 4/orang (Rp 12.000/orang).
Nanti akan di berikan totte bag dan gelang kertas sebagai penanda. Karena terselenggara 3 hari beruntun, pihak menetapkan warna totte bag yang berbeda
1st day: Hijau
2nd day: Coklat
3rd day: Hitam

Gunanya untuk menghindari kecurangan pengunjung..hehe
Dan tema seragam yang di kenakan di Kementrian Pariwisata Indonesia:
1st day: Pakaian Batik
2nd day: Baju adat daerah masing - masing
3rd day: Seragam kaos merah Wonderful Indonesia

Kenapa baju daerah masing – masing. Tentunya untuk menarik dan unik. Why?
Karena di Booth Indonesia ada industri dari Jogja,Bali, Bandung, Aceh, Medan, dll.
Tau kah kamu?
Di sini kita seperti jualan kayak di Mall itu lho… bagi – bagi brosur promo andalan kita. Kalau ada calon wisatawan yang tertarik. Kita bisa explain sambil menunjukkan gambar yang cantik – cantik. Biar calon wisatawan itu tertarik.
Intinya lelah berdiri, menjelaskan sampai berbusa dan bermulut manis..haha
Dari destinasi di Indonesia, mereka tertarik Bali, Lombok, dan Jogja. Bisa di bilang itu objek wisata yang selalu naik daun.
Terutama Jogja, makin banyak objek wisata baru dan menarik di Jogja.
Kita juga berkenalan dengan local agent Malaysia. Kebetulan saya joint booth dengan loca agent Malaysia dan Bali
Jadi sekitar 6 orang dalam sekat booth kami. Teriak teriak..
JOGJA…JOGJA…
BALI…BALI…



Pokoknya jualan penuh semangat. Kita hanya bisa keluar buat ke toilet dan makan siang.
Makan siang keluar venue. Warung nya ramai sekali. Sekali makan sekitar RM 15(Rp 45.000).
Selepas itu, harus balik venue lagi untuk bekerja dan berdiri.





Akhirnya pukul 21.00 berdentang. Mari pulang. Kita memutuskan dinner bersama di Warung Minah
Karena berkumpul bersama. Lelah pun, wajah masih cerah..LOL

DAY 3/ MARCH 17, 2018/ MATTA FAIR 2nd  day
Kali ini pakai pakaian adat. Aku hanya pakai baju semi kebaya. Bawahan celana hitam.





Ada juga teman saya yang benar – benar pakai kebaya dan bawahan jarik. Salutttt… total…..
Ada juga teman saya yang tidak mendapatkan informasi peraturan penggunakan seragam, dia hanya pakai pakaian biasa.
Overall cara berjualan masih sama. Hanya kekuatan kaki yang kian melemah.
Siang nya kita menuju SUNWAY MALL. Itu udah sekitar pukul 3 sore.
Letaknya sekitar 400 meter dari venue. Lumayan juga sih kalau jalan. Apalagi pakai pakaian adat. Okelah PD PD aja..
Namanya juga mall kan, makan sedikit mahal. Tempat nya juga udah penuh. Kita harus antri untuk makan.

Akhirnya masuk ke salah satu food court. Aku pilih menu chicken butterfly. Macam ini lah bentuknya. Jadi ayamnya itu bisa enak dan empuk. 




Aku kira sauce kayak barbeque gitu, ternyata rasanya terlalu masam. Tapi taka da pilihan lain. Habis juga itu ayam. Bahakan saya menghabiskan kentang goreng milik kawan saya. LOL

Selepas itu, kerja kerja dan kerja lagi…
Walaupun belum dapat client. Aku tetep semangat. Teriak teriak suara sampai habis. Pokonya jangan lupa bawa air minum kalau pas di venue.




Sampai hafal semua materi daya tarik Jogja…haha
Oh iya tgl 17 Maret di Indonesia libur ya.. Pas Hari Raya Nyepi…
Ouwhhh.. iri rasanya…
Malamnya lebih heboh lagi.. kita di traktir kawan lama di Malaysia. Keluar pukul 22.00. ternyata tempat yang di tuju sudah mau tutup. Dan pergilah kita di tempat yang agak jauh. Perjalanan sekitar 45 menit.

Restaurant seafood
Jadi di sini di sajikan dengan cara kembulan. Cukup menarik. Dan langsung berkata “WOW”
Ada 3 macam kerang. Ikan, cumi, kepiting, dan jagung manis.





Dan makan malam pukul 00.00
Rekor memang. Mana pernah saya makan tengah malam begitu. Memang selama di KL ini pola makan jadi hancur berantakan. Breakfast pukul 9. Makan siang pukul 5, dan makan malam pukul 23.00

Selepas itu balik ke hotel. DANNNNNNNN
PIJET REFLEKSI…………….Pukul 01.30
Hebat bukan…….
Untuk sebelum makan malam sudah mandi, jadi pukul 2 pagi bisa tidur malam? EH?? Jam yag aneh, atau kegiatan saya yang aneh.
LUPAKAN!!

BISMILLAH..
DAY 4/ MARCH 18, 2018/ Last day MATTA FAIR  day
Pakai kaos seragam Wonderful Indonesia





Menurut ini hari yang luar biasa.
Di hari terakhir ini juga baru dapet client. 1 keluarga 4 orang. Mereka sangat tertarik Pantai Timang. Dan DEAL…..
Rasa nya lega, perjuangan 3 hari tak sia – sia.

Sampai sampai gak bisa meninggalkan booth untuk makan. Banyak sekali client berdatangan dan bertanya – tanya.
Tiap mau janjian makan siang sama kawan, ada client yang datang.

Dan badan sudah sangat lemas rasanya. Pukul 7 malam baru sempat keluar makan. Di sana pukul segitu msaih terang. Untuk menunggu pesananan datang, kami tak mapu berbicara apa lagi tertawa. Sudah tak memiliki energy.
Pesanana pun datang. 




Ca kalian dan jamur. Aku suka sekali sambal di sini. Ukuran pedas sedang dan rasanya segar.

Selepas itu lanjut kerja lagi.

So intinya MATTA Fair ini acara pameran wisata yang potensial banget. Karena budaya Malaysia memang begitu.

DAY 5/ MARCH 19, 2018 (KL-JOGJA)
Seriusan ini 5 hari gak kemana – mana. Full kerjaan , itu aja udah lelah habis. Bagian kaki udah senut – senut. Untung samping lobby itu ada mesin pijat. Tiap ada waktu luang pasti untuk pijat.
Mesin pijat seluruh badan : RM 1 untuk 3 menit
Mesin pijat kaki : RM 2 untuk 8 menit
Hari ini udah balik lagi ke Jogja. Belum sempat membeli oleh – oleh. Alhasil ke mini market dekat hotel. Ke KK mart. Di sana niatnya beli Milo dan coklat aja.

Lebih mahal. Ya udah beli deh, sekalian packing juga.
Setelah itu check out dan menuju KLIA2… Dan tiba di Jogja dengan selamat……..