Minggu, 09 Desember 2018

Puri Mataram


Puri Mataram

Kali ini aku bakal kasih sedkit info salah satu BUMDES yang termasuk baru di Kabupaten Sleman.




Drono, Tridadi, Sleman Sub-District, Sleman Regency, Special Region of Yogyakarta 55511

Apa sih BUMDES?
BUMDES  itu Badan Usaha Milik Desa.
Jadi ini baru di resmikan oleh Bapak Wakil Presiden Jusuf Kalla pada pertengahan bulan November 2018.





Area ini ada fasilitas : parkir luas, kolam ikan, kolam bermain anak. Pasar Ndelik, tempat makan, taman bunga, dll.
Yang paling unik menurutku itu Pasar Ndelik.


Di mana kita membeli jajanan di pasar ini menggunakan uang kayu.
Semacam ini

Nah di sini pas hari Minggu jadi sangat ramai oleh wisata keluarga. Tempat makannya juga sudah full. Baru tersedia setelah pukul 2 siang.
Walaupun panas. Kita tetep ambil spot foto bunga.
Harga: 10.000/orang
Ada foto jembatan. Dan hamparan bunga kertas, matahari, dll.


Selasa, 20 November 2018


Ayukkkk.. Refreshing lagi…
Kini aku ajak ke daerah Panggang, Gunungkidul.
Kita kulineran dan spot photo di daerah ini.
Yaitu ke Kopi Panggang dan Watu Payung.
Kalau daerah kota jogja sekitar 1 jam ke arah selatan Jogja.
Menuju arah Imogiri Timur. Terus ke siluk, dan ke arah Panggang


Kopi Panggang
Lokasi :
 Jl. Siluk Panggang, Sumber, Girisuko, Panggang, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55872
Nanti dari depannya sudah sangat terlihat mobil sport di gantung di atas.
Letak nya lebih tinggi dari jalan aspal.
Kalau aku bilang sih ini semacam Kopi Klotok.. hehe



Menu makannya juga mirip semacam nasi thiwul, nasi merah, sayur Lombok ijo, sayur lodeh, ayam kampung, tahu tempe bacem, pisang goreng.
Harga nya standard

WATU PAYUNG

Hari semakin sore. Langsung menuju ke Watu Payung. Letaknya 10 menit dari Kopi Panggang.
Masuk ke perkampungan. Tapi jalan sudah bagus dan beraspal lebar.
Pemandangan juga indah.


Tiket masuk : Rp 5000 untuk 1 motor isi 2 orang
Di sini ada beberapa spot foto. Jika berfoto cukup memberikan donasi.
View nya cantik. 




Perbukitan dengan pandangan alam yang lebar dan sudah sore hari. Jadi sepi pengunjung. Jadi malah private place.




Rabu, 14 November 2018

Perjuangan VISA Australia


Hai wajah kurang piknik..
Apa kabar???
Masih sehat??
Kini aku bakalan cerita piknik alias kerja dadakan ke Jakarta

YEAHHHHH……
“AL kamu malam ini ke Jakarta ya bikin VISA”

13-14 November 2018
November itu super super sibuk. Karena kerjaan banyak, banyak group wisata ke Jogja. Dan pada tanggal 13 November itu aku mendapat tugas mencari perusahaan pengiriman dokumen terkilat dari jogja ke Jakarta.
Why?? Karena aku mendapat tugas dari perusahaan di tempat aku bekerja untuk mengirim dokumen persyaratan membuat paspor ke Australia dengan sangat sangat segera.
Why?? Karena hari itu tanggal 13 November, dan terbang ke Australianya 20 November.

AMAZING KAN??
Ini bukan Asia Tenggara, yang free visa. Ini ke Australia. Dimana wajib punya visa. Dan buat visa Australia itu tidaklah mudah bagi warga negara Indonesia.
Saat itu aku telpon ke beberapa perusahaan sudah sore hari sekitar pukul 1600. Dan kebanyakan dari mereka tidak bisa tiba besok pagi itu dokumen itu. Tiba di hari berikutnya.
Dan padahal hari efektif kerja kedutaan tinggal 3 hari (kamis, jumat senin).
Solusi aman dan cepat adalah saya berangkat ke Jakarta malam ini beserta dokumen syarat visa.

Selama 1 jam saya proses pembelian tiket kereta dan pesawat. Untuk berangkat JOGJKT pilih kereta malam karena di jamin tidak delay. By Bima Train jam 22.00-0600
Untuk pulang nya by Sriwijaya sore hari pukul 1700

13 November 2018
Pukul 1700
Jogja di guyur oleh hujan. Bagimana ini? Aku harus pulang kerumah sekarang untuk sekedar packing singkat untuk tugas ke Jakarta.
Pukul 20.00
Saya sudah sampai di Tugu Train Station, sengaja datang lebih awal sebelum terjebak dengan derasnya hujan
Rasanya dingin ngantuk campur campur.
Dan kereta executive itu tiba.
Menuju Gerbong 1. Paling depan.


Kereta executive dapat bantal dan selimut tebal. Tempat duduk bisa di tegak dan baringkan. Serta jarak tempat duduk antara depan dan belakang jauh. Sampai sampai kaki saya kagak sampai untuk menggapai lantai. Tapi kalau sama sampingnya ya cuma bersebelahan doang.
Selama di perjalanan AC lumayan dingin. Jadi selimut pastilah aku pakai. Dan selama sampai Jakarta aku tidur sama 2 orang laki berbeda. MasyaAllah….
Aneh aja gitu tidur – tidur selimutan. Sebelahnya laki – laki lain.. haha (ngomong opo)
Eh laki – laki itu turun. Naiklah laki – laki lain di sebelah ku. Wkwkwkwk



Mentari telah bersinar. Dan kereta sudah akan sampai bantal dan selimut di ambil oleh para petugas.. Uhhhh tak rela….
Karena semalem keretanya kebanyakan berhenti. Delay 1 jam. Jadi baru tiba di Jakarta pukul 0700.


Hai hai Gambir….
Tujuan pertama adalah toilet. Sayang sekali toiletnya sangat kecil. Untuk bergerak saja sulit. Ada 4 toilet berukuran sangat kecil. Untung ada wastafel bisa untuk gosok gigi dan cuci muka(Pencitraan untuk mandi tapi gagal).
Terus aku Tanya sama Mba mba penjaga toilet. “Dimana kalau naik gojek?”.” Itu pintu keluar mobil”.
Setelah dapat informasi. Langkah kedua adalah SARAPAN. Breakfast itu penting. Tapi jalan sendirian dan breakfast sendirian itu gak enak.  Macam orang ilang. Ya udah lah yah mau gimana.
Setelah wangi(karena parfurm) aku menuju Gedung Sapta Pesona. Letaknya tidaklah jauh dari stasiun Gambir. Tapi tetap naik gojek.


Gedung Sapta Pesona


Gedungnya besar tinggi dan lebar. Ada Pak Satpam. Kesempatan bertanya.
“Pak, saya mau bertemu dengan Ibu ------- bagaimana ya pak?”
“Nanti ke lobby saja nanti ada yang bantu”

Pertama masuk dari depan ternyata ada jalan khusus pejalan kaki. Ikuti jalur itu aja. Nanti sampailah di lobby.
Lobby nya besar sekali. Ada Front Desknya. Di situlah kita isi buku tamu dengan detail:
Nama
Bertemu siapa
Tujuan
TTD
Dan kita wajib meninggalkan KTP asli.
Setelah itu kita akan badge visitor




Lalu naik lift ke lantai 4. Di sana ada Pak Satpam lagi. Isi data lagi. Lalu baru bisa bertemu dengan seseorang yang akan membantu membuatkan visa ke Australia.
TUGAS DONE
JUST IT GUYS..
SIMPLE kan….


Terus gue bingung mau ngapain. Aku berteduh bawah pohon untuk mencari sinyal untuk order gojek. Tapi NO SINYAL. Kan syedih gue… udah aku matikan hp, eh tetap tidak ada sinyal. Terus aku kayak orang hilang jalan aja ke arah Monas. Terus aku pikir – pikir masak di ibukota tak ada sinyal. Terus aku nyalakan saja paket 4G. Eh ada sinyal. MasyaAllah

Tapi aku lihat di sebelah kiri ada museum.
MUSEUM NASIONAL




Di depan museum itu banyak anak – anak sekolah. Aku beli tiket. Murah sekali
Tiket museum nasional(update 2018) : Rp 5.000/org untuk umum
Museum nya bagus, bersih dan rapi. Terdapat 4 lantai. Dan ada lift serta elevator. Baguskan. Di Jogja tak ada museum macam itu… hehe
Di dalamnya banyak sekali murid. Kita wajib menitipkan tas ransel kita. Baru boleh berkeliling. Kita boleh ambil foto & video di semua lantai, KECUALI LANTAI 4 (PALING ATAS) isinya emas, guci.




Lumayan lah keliling disini menambah pengetahuan dan pengalaman. Setelah 1 jam berkeliling. Aku order gojek ke Monas.

Terakhir ke Monas tahun 2017. Saat itu transit aja sebentar ke Monas sebelum ke Bangkok.
Pokoknya kalau ke Monas itu harus siap gempor. Karena areanya sangat luas.

MONAS
Pukul 10.00
Entah kenapa sangat terik. Bodohnya lupa bawa topi. Berteduh sebentar di bawah pohon. Rasanya enak sekali. Minum beberapa teguk air mineral. Setelah isi tenaga siap menembus panas.


Dan bodohnya lagi aku gak tau jalan masuk ke Puncak Monas. Aku muterin itu Monas yang segede gambreng. Aku Tanya mba mba dia juga kagak tau. Ternyata mereka rombongan dari Batam. Mereka ada 200 an orang tapi jalan terpisah – pisah. Nah aku ke Monas barengan sama Mbak nya itu.
Dia Tanya aku kuliah?
Lagi penelitian?
Sering deh ditanya seperti itu. Pas di museum juga.
Terus pas tak bilang aku ke Jakarta Cuma singkat dan sendiri dia heran.
KOK BERANI?
“Tanggungjawab”

Ternyata masuk  ke puncak monas bukan mendekati bangunan Monas itu. Ada lorong terpisah yang tak terlihat (Pantes bingung setengah mati)
Aku memang niat banget untuk naik ke Puncak Monas. Karena sebelumnya hanya berfoto dari kejauhan.
Masuk lorong rasanya super adem. Mak nyesss. Karena ber AC
Setelah itu akan ketemu loket tiket
Ternyata masuk monas harus pakai emoney dari Bank DKI.


Jadi pakai card itu ada min deposit 30.000 kalau tidak salah. Sedangkan tiket sampai puncak hanya 15.000. ya udah di beli aja. Orang udah sampai sana.
Naik lift 132 meter sekitar 11-13 detik saja. Itu kata operator lift. Jadi operator inilah yang mengatur kerja lift…hehe
Wussss..rasanya cepat

Nan kesan pertama adalah ANGINNYA KENCANG
Puncak Monas tidak begitu lebar. Mungkin sekitar 20 orangan. Ada teleskop juga. Di sini kita bisa melihat ibukota dari ketinggian.
Setelah itu balik lagi ke Gambir untuk makan siang.

BUS DAMRI
Gambir-Airport : Rp 40.000/org


Tiap 10 menit sekali berangkat.
Pukul 1400 aku sudah sampai airport. Di airport baru bisa sholat dan istirahat santai.
So far ini pengalaman berharga banget.  Mulai dari tugas dadakan, kehujanan, kedinginan, tidak mandi, dan masuk gedung super ketat, jalan jalan singkat kayak orang ilang.





Rabu, 10 Oktober 2018

Restoran Abhayagiri


10 Oktober 2018
Haii…
Kali ini kembali membolang… tapi masih urusan kerjaan.
Siang makan siang di sate pak pong jejeran.
Lalu langsung menuju Restoran Abhayagiri.
Rute dari Sate Pak Pong ke Abhayagiri cukup ruwet. Kita jajan jambu dalhari dulu. 25.000/kg.
Jajan 2 kilo. 10 menit pun habis.


Restoran Abhayagiri
Mau ke Abhayagiri sempat tersesat di jalan buntu. Ternyata jalannya dari Candi Prambanan kearah selatan. Nanti ada plakat Candi Sojiwan. Nah masuk gapura itu. Nanti ada petunjuk arah masuk ke Abhayagiri.
Nanti menuju perbukitan dan semakin menanjak.





Jadi ini adalah restoran dengan view yang cantik.
Lunch Buffet publik : Rp 200.000/orang



Minggu, 07 Oktober 2018

Gowes


07 Oktober 2018


Gowes gowes sehat kan…
Ini ikut event sepedaan, siapa tau dapat doorprize kan ya…
Gowes di daerah Berbah. Di mulai dari lava bantal, goa jepang, jambu dalhari, rumah teletabies, candi banyunibo.
Sekitar 20 km an.





Karena sepedaan sama teman teman, panas capek kita tebras.

Kamis, 27 September 2018

ASITA JOGJA TOURISM FESTIVAL 2018


Hai hai…. September . Alias September akan segera berakhir. Kali ini aku bakal cerita event memperingati Hari Pariwisata Dunia



Image result for AJTF 2018

27 September adalah Hari Pariwisata Dunia. ASITA Jogja memperingati dengan membuat sebuah acara yang di dukung oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo.

Kegiatan ini di hadiri oleh ASITA(Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies), HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia), PHRI (Persatuan Hotel dan Restaurant Indonesia), Media, dan pemenang lomba kontes foto.
27 September 2018:
07.00                     : Meeting point at Royal Ambarrukmo Hotel
07.00 - 0900        : Process to Kulon Progo regency
0900 – 0915         : Terminal Nglinggo – Kebun Teh Nglinggo
0915 – end          : AJTF 2018

Kenapa di Kulon Progo? Karena Kulon Progo memang sedang di sorot. Karena akan di bangun bandara baru. Jadi pemerintah setempat sedang mengembangkan wisata dan terus berbenah diri agar Kulon Progo dapat bersaing dengan objek wisata lain.
Mereka memang unggul di wisata alam. Alamnya sangat alami, asri, dan hijau. Warga masyarakat juga ramah.

Kekurangan mereka adalah aksesbilitas, accommodation, dan restaurant.
Karena letaknya cenderung di daerah perbukitan. Jadi akses jalan sempit, berkelok, dan menanjak.
Rombongan kami dengan 3 bus besar. Bus harus di kawal ya agar tidak papas dengan kendaraan lain.
Bus berhenti di Terminal Nglinggo.
Di terminal nglinggo kita akan naik local transport. Namanya odong – odong. Muat untuk 7 orang.


Sedikit was was naik ini sih. Karena sebelah kanan dan kiri tak ada penutupnya. Padahal kalau naik, sebelah kanan jurang.

Sampailah di Nglinggo Barat, Pagerharjo, Samigaluh.
Sudah di sambut oleh kesenian warga local.



Sudah terlihat perkebunan teh. Tahun 2015 saya sudah pernah kesini sih. Jadi yang sudah tahu medan dan lokasinya.

Oh iya ini pas event, jadi tiket masuk di gratiskan semua oleh Dinas Pariwisata.

BUKIT ISIS

Perbukitan dan pemandangan terlihat jelas. Ada beberapa spot foto seperti jeep dan motor pitung.



Kami di hidangi snack traditional Kulon Progo yaitu geblek dan teh nglinggo.



Geblek
Geblek adalah makanan tradisional yang di buat dari bahan tepung tapioca.

Teh Nglinggo
Tehnya berbeda dari teh yang lain. Teh nglinggo lebih pahit.  
Teh dan kopi sangat cocok dengan hidangan desa ini gais. Suasana kebersamaan, pemandangan indah, rasanya nikmat.

Saat nya foto – foto gais… cekrek..cekrek,,,,

Lanjut ECO WALK





Di sini kita softtrekking. Melewati perbatasan DIY dan Jateng. Jalurnya sekitar 50 cm. jadi berjalan satu – satu. Memutari bukit dan sampailah di Purworejo, Jawa Tengah.

Hutan Pinus



Sambutan di buka oleh Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo, Ketua ASITA, di lanjutkan oleh Ketua Dinas Pariwisata Provinsi Yogyakarta.
Di sini berbincang mengenai mengembangkan wisata di Kulon Progo


Oh iya. Di Kulon Progo jangan harap ada aqua ya. Karena Kulon Progo punya air mineral sendiri yaitu "airku"

KEMBULAN
Kami duduk di tanah beralas tikar. Di depan kami di sajikan ayam ingkung, nasi, dan lauk pauknya. Kita makan bersama (kembulan).



Kalau saya bilang ini ndesoni banget sih. Maksudnya kita merasakan dan mencoba masakan desa.
Bareng – bareng jadi enak gais….

Jadi ini acara ini adalah merayakan hari pariwisata dunia, mengenalkan objek wisata di Kulon Progo, dan mempererat antar anggota ASITA, dan para pelaku pariwisata.



Rabu, 05 September 2018

3D/2N KUALA LUMPUR FOR WORKING


Hai September….
Balik lagi di acara kerjaan di Malaysia.
03-05 September 2018

Setahun 2x ke Malaysia karena urusan kerjaan. Kali ini aku bakal bercerita tentang bagaimana aku pertama ke KLIA1 (Karena sebelumnya KLIA2 terus bray) haha.
Dan try for the first time skytrain di Jakarta.

DAY 01/ 03 Sep 2018
By Air Asia Jogjakarta- Kuala Lmpur jam 1145-1520
Berangkat bersama teman travel agent di Jogja..
Delay 1 jam. Di pesawat aku dapat makan. Why? Karena aku sudah preorder makan. Pesan nasi lemak Pak Nasser..



Serius ngantuk sekali… di pesawat tidur………


KLIA2
Sampai di sini top up alias beli kartu local. Langganan sih karu digi. Inginnya beli paketan 3 hari aja. Tapi gak ada paketannya. Minimal paketannya 7 hari = RM 20 – 9GB internet



Selepas itu kita makan di langganan Yong Tofu..


Terus kita beli tiket bus ke KL Sentral



KLIA2 – KL Sentral = RM 12/pax
Naik bus sekitar 1 jam
KL Sentral – Hotel Leo = by grab car = RM 10
Sampai hotel pun sudah malam pukul 20.30
Di hotel proses check in, taruh koper langsung keluar cari makan.
Pokoknya kalau di Malaysia mah kerjaannya makan terus…haha
Makan di kedai langganan “TOM YUM MILAH”


Rasa dan harga sudah tak di ragukan.
Pesennya tom yum seafood, telur dadar, dan ca baby cailan ikan masin.

DAY 02 / 04 Sep 2018
Kalau ini baru kerja beneran.
Hotel  Leo Palace – Hotel Doubletree by Hilton naik grab
Ternyata hotel ini terletak di dalam mall.



Jadi ini adalah acara Kementrian Pariwisata Indonesia. Kementrian menfasilitasi tempat acara. Yang join Seller Indonesia (Travel agent di Indonesia dari Jogja, Bali, Jakarta, Bandung, Surabaya, Aceh, Padang). Kami akan mempromosikan wisata masing – masing kepada travel agent Malaysia.
Acaranya dari siang sampai malam. Kita menjelaskan dengan jelas dan menarik
Walalupun terlihat mudah seperti itu tapi capek juga gais….

DAY 03 / 05 Sep 2018
Yukk bangun pagi.. Pulang ke Jogja.
Pukul  06.00 wake up
Pukul 07.00 breakfast
Pukul 08.00 leave hotel, process to KL Sentral
Pukul 08.15 arrived at KL Sentral
Pukul 08.00 – 09.00 to KLIA 1 by bus = RM 12/pax
Udah sendirian kayak orang ilang, seret koper sendiri. Dan di sini ketemu sama ibu asal Bandung. Ternyata flight beliau ke Jakarta sama persis kayak saya.
Asyikk ada temen… dia di anter sama suaminya sampai airport KLIA 1 aja.

KLIA 1
Ini pertama bagi saya ke KLIA1 (ndeso ya). Karena naik Lion Air. KUL-JKT-JOG. Kenapa transit Jakarta dulu? Karena cari yang murah bray…haha



By Lion Air KUL JKT jam 13.00 – 1405  Terminal 2E
By Lion Air JKTJOG jam 17.00 – 1810 Terminal 1A

KLIA1 ini bandara maskapai maskapai selain Airasia.
Bandaranya gede banget. Langsung naik lift dan pencet angka 5 (Departure).
Bermodal gate pada boarding pass sampai juga kok ke waiting room.
Petunjuknya super jelas. Untuk ke waiting room kita naik skytrain .

Sampai di Jakarta aku  masih sama Ibu asal Bandung ini. Aku juga bantuin bawa belanjaan ibu ini. Gak tega sih. Tasnya tentengan semua. Dan berat.
Karena connecting flight dan beda terminal aku sengaja gak taruh koper di bagasi.
Beruntung sih transit Jakarta, karena pengen cobain skytrain di Soetta airport.
Sampai di Jakarta ontime. Namun harus masuk imigrasi untuk cap paspor. Kok kayaknya waktu makin mepet ya.. alhasil aku pamit sama ibu itu, gak bisa bantu bawa barang di lagi.
Aku langsung meluncur dengan kecepatan kaki seribu. Di Tanya pas exit sama petugas
“Mana Imigration form”
“Tadi gak di kasih pak”
“Flight dari mana?”
“Lion dari KL”
“Ow ya udah”
Saya di lepas. Haha

Saya langsung keluar untuk mencari Skytrain. Petunjuknya sudah sangat jelas. Naik ke Skytrain building. Ternyata eskalatornya tinggi curam juga.


Di sana ada 2 platform, kearah Terminal 3 atau Terminal 1. Kita jangan sampai salah platform ya.
Di layar ada detail berapa menit sampai dan di mana platform kita akan naik. Platform A atau B. Kalau tidak jelas, di sana ada petugas. Jangan segan untuk bertanya.
Saat skytrain tiba. Petugas akan berteriak untuk memberi informasi.
Dan…Taraaaaaaaaaaaaa… seperti inilah






Berukuran tidak terlalu besar, dan berjalan pelan…hehe

Terminal 2-Terminal 1 by Skytrain ( 7 menitan)
Dan sampailah ke Terminal  1
Dan sangat lapar  dan haus gais….
Aku makan ayam pop (makan kayak kesetanan alias terburu – buru) Makan 15 menit aja..haha
Terminal 1A mah paling ujung..kesiksa banget dah
Pukul 15.30 sampai di waiting room. Amannnnnnnnnnnnn…

Yah intinya kerja dadakan 3 hari seperti itu gais… capek di jalan. Gonta ganti transportasi umum. Intinya kalian harus tau jarak dan kendaraan apa. Spare waktu.
Karena setiap tempat punya kejutan tersendiri. Tambah pengalaman kita…